Aku Ga Guna (Fase Lelah Kuliah)
Aku Ga Guna (Fase
Lelah Kuliah)
Tulisan ini aku tulis ketika pukul 11.30
tengah malam dan lagi sendirian di kos, huhuwaa. Ala-ala bertapa di gua dulu,
terus munculah sepatah dua patah kata tentang renungan.
Di fase ini, di titik ini, di saat ini,
apa kabar? Bagaimana perasaanmu hari ini? Apapun kabarmu hari ini, aku selalu
ingin bilang kepadamu “Love your self!”
ga mau sok-sokan ngomong gombal ala Dilan. Kamu akan tau kenapa aku ingin
bilang “Love your self!”.
Kalian pasti nanya kan? Kenapa kok judulnya
“Aku Ga Guna (Fase Lelah Kuliah)”? Sebenarnya aku antara yakin sama ga yakin
sih, hal yang akan aku bahas ini apakah pernah dialami sama semua orang? Ya,
kalau pun enggak dialami sama semua orang, menurutku mungkin sebagian besar
orang saat kuliah pernah mengalami ini sih. Yap. Fase Lelah Kuliah. Kalian
pernah gak merasakan fase itu? Enggak pernah? Atau jangan-jangan mulai awal
masuk kuliah udah ngerasa GG alias Ga Guna. Wkkkkk.
Ketika kita udah pada fase itu (lelah
kuliah) kalian merasa gak kalau waktu terasa berat banget? Gak rindu doang yang
berat. Tapi waktu juga terasa berat. Apalagi kalau waktu yang kita lewati hanya
untuk pura-pura bahagia. Pura-pura bahagia padahal mah enggak.
Dan kalau mau jujur terbuka nih, pasti
pernah terbesit dipikiran kalian “Kehidupan orang lain itu kayanya lebih
bahagia dibandingkan kita”. Dan, jangan-jangan kalian sampai pernah berpikiran
“Semua orang di dunia ini kayanya ga ada yang ngerti aku, mereka itu kadang
nyebelin”. Yang tanpa disadari pikiran itu malah bikin kita lelah sendiri. Dan
akhirnya kita mulai benci mereka, benci dunia, dan benci diri sendiri.
Saat kuliah, bertemu dengan orang-orang
baru, yang sudah mempunyai banyak prestasi, bertemu dengan mereka lulusan
sekolah favorit, bertemu dengan mereka anak organisasi yang punya aktivitas
segudang, bertemu dengan mereka yang suka ikut lomba, bertemu dengan mereka
yang lebih hebat dibanding kita, bertemu dengan mereka yang banyak memiliki
kebanggaan.
Awalnya, kita mikir mungkin kita bisa
temenan sama mereka, sedikit dua dikit, ternyata kamu dan mereka merasa kurang
srek sebagai temen, lalu kita hanya menatap jauh mereka. Tapi begitu, kita
masih saja memikirkan mereka, rasanya kita bagaikan remahan rempeyek dan mereka
bagaikan celemotan keju mozarela. Kita merasa lemah sekali, merasa tidak
pantas, dan ada perasaan sedih karena kita berpikiran bahwa kita ini pantas
disebut mahasiswa yang tidak menarik.
Segalanya menjadi lebih jelas, saat sg dan
sw teman-teman yang asyik hang-out
atau liburan dengan exictednya, saat
mereka mengupload segala aktivitas organisasi kampus dengan kerennya, saat
mereka telah dicintai dan mencintai dengan bangganya, mereka berlomba-lomba
menjadi Goals Relationship. Sedangkan
makhluk GG kaya kita mah bisa apa? Lalu terbesit pertanyaan kapan kita bisa
kaya mereka? Boro-boro bisa kaya mereka, hidup banyak masalah kaya gini aja udah
susah bertahan. Mana mungkin bisa kaya mereka. Dep. Ada yang pernah gitu gak?
Sebenarnya sih kita gak iri-iri amat, kita
mah gak jahat. Wkwkk. Aku tau itu. Perasaan ini dimulai, karena kita kecewa sama diri sendiri. Saat melihat
teman yang keren, orang yang hebat, secara gak sadar kita pasti pernah bilang
ke diri kita sendiri, “Harusnya aku bisa menjadi kaya mereka, bukan aku yang
sekarang”. Dan pikiran lainnya “Kalau aku jadi kaya mereka, aku pasti bisa terlihat
lebih di hadapan orang-orang, aku pasti bakal banyak punya temen”.
Saat mulai mencap diri Aku Ga Guna, saat itu juga Fase Lelah Kuliah dimulai. Waktu terasa
berat, napas rasanya sesak, hidup rasanya pahit. Mungkin kalian bakal bilang,
haduuu, drama banget. Terlepas dari itu, aku pikir pasti ada seseorang yang
pernah merasakan hal seperti itu. Aku pun jujur pernah. Apalagi dengan
kehidupan serba live in social media. Semua orang berlomba-lomba untuk
menunjukkan betapa bahagianya hidup mereka, betapa kerennya diri mereka, betapa
indahnya kisah kehidupan mereka. Lalu kita dan pikiran sempit kita. Semakin merasa
yakin, kalau kita pantas disebut dengan makhluk GG (Ga Guna).
Dan kita mulai melupakan, mulai melupakan betapa
‘Berharganya kita di dunia ini’, kita
mulai melupakan ‘keberadaan kita di
dunia ini penting’. Segala yang Allah ciptakan tak ada yang sia-sia, termasuk
aku dan kamu.
Sebenarnya pikiran Aku Ga Guna sangat berdampak pada kehidupan kuliah, karena dari
pemikiran buruk itu terciptalah fase
lelah kuliah. Pemikiran yang berakar dari rasa minder dan akhirnya membenci
diri sendiri. Yang secara ga langsung membuat kita malah enggan bersosialisasi,
pernah ga kalian dengan alasan mager lalu kalian mulai enggan dan menarik diri.
Sebenarnya ga ada yang ngebandingin kita dengan siapapun, tapi pemikiran ini
secara refleks aja langsung gitu. Pernah gak?
Gak hanya itu, kadang kita jadi merasa badmood dan gak semangat melakukan
apapun. Dan kita pun mulai mengecilkan mimpi-mimpi kita, karena kita sudah
kehilangan semangat dan kepercayaan dengan diri ini.
Diri ini terlalu jahat, tanpa kita sadari
kita sering membully diri kita sendiri. Oke. Kita sering bicara masalah
bahayanya bullying. Tapi kita lupa bahwa kita sangat sering membully diri kita
sendiri. Merasa ga bersyukur, ngebandingin orang lain dengan diri sendiri. ga
percaya sama diri sendiri, menghina kekurangan diri sendiri, merasa bodoh,
merasa ga berguna, merasa tidak ada yang dapat dibanggakan dari diri ini.
Mulai detik ini, kita sama-sama minta maaf
sama diri sendiri, ternyata kita udah jahat sekali dengan diri ini. Hikss.
Kedepannya kita mulai menerima diri sendiri, kita harus lebih mengenal diri
kita sendiri, dan sebelumnya mencintai orang lain kita harus mencintai diri
kita sendiri.
Saat orang lain mungkin meragukan kita,
diri kitalah yang harusnya meyakinkan diri ini. Saat orang lain melakukan hal
jahat kepada kita, diri kitalah yang harusnya melakukan hal baik kepada diri
ini, saat orang lain menghina kita, diri kitalah yang harusnya memuji diri ini.
Love your self!
Dan ingat, saat kita merasa posisi kita
ini menyedihkan, di luar sana banyak orang-orang yang ingin bertukar posisi
dengan kita, di luaran sana masih banyak mereka yang lebih menderita dibanding
dengan kita. Sekali lagi, segala yang di
dunia ini pasti mempunyai makna, dan kehadiran kamu di dunia ini, itu berharga. Love your self and take care. See u.
Komentar
Posting Komentar